Wednesday, 3 December 2008

Cowok-cowok yang Dihindari Wanita

Tinggal di Ibukota nggak punya pacar ? Wow….. jomblo berat tuch !. ! Bingung kenapa selalu dihindari wanita ? Atau mungkin Anda punya salah satu ciri-ciri pria yang dihindari wanita. Mau tahu ? Coba yuk kita simak satu per satu.

1. Si Sombong
Pria semacam ini hobinya menyombongkan kelebihannya. Boleh sih promosi diri, tapi nggak perlu dong baru kencan pertama sudah menyombongkan soal deretan mobil di garasi, tempat-tempat yang pernah didatangi di luar negeri, atau berapa cewek yang sudah dikencani minggu ini.
Apalagi kalau sambil membandingkan dengan orang lain, kemungkinan besar pasangan Anda sudah menguap sebelum kencan berakhir.

2. Si Jorok
Kencan pertama tak ada salahnya berusaha lebih keras untuk membuat kesan yang baik. Tampil lebih rapih, sisir rambut dulu, dan jangan lupa sikat gigi. Kencan pertama adalah saat yang menentukan, jika Anda sudah terlihat tidak peduli dengan tampil seadanya, baju lecek, rambut berantakan, bau matahari, ya jangan heran kalau di dia akan mengindar ketika diajak kencan lagi.

3. Si Kasar
Ketika makan di resto atau mengunjungi tempat umum, pastikan Anda bersikap ramah kepada petugas parkir atau pelayan di restoran. Jika Anda terlihat kasar bahkan emosional pada orang lain, si dia akan berpikir seribu kali pada Anda. Dia pasti berpikir, pada orang lain saja Anda bisa kasar, tak tertutup kemungkinan di masa depan Anda juga bisa berbuat yang sama kepadanya.

4. Si Pelit
Nggak ada salahnya mentraktir gebetan di kencan pertama. Wanita pun kadang tak keberatan membagi dua tagihan makan dengan Anda. Tapi kalau dari awal sudah terlihat perhitungan, poin Anda bisa jatuh di matanya. Wanita tidak bisa membayangkan menghabiskan hidupnya bersama pria yang menguntit tiap rupiah uangnya. Apalagi, kalau kencan pasti akan selalu diajak ke tempat-tempat yang ramah di kantong.

5. Si Agresif
Jangan buru-buru menggandeng tangannya kalau belum ada sinyal positif. Lihat dulu tanda-tanda positif darinya baru bertindak. Main gandeng sembarangan sebelum ada sinyal mengizinkan bisa bikin dia ill-feel karena merasa Anda pria yang agresif dan kurang menghormati wanita.

6. Si Penilai
Baru satu jam berkencan Anda lalu berkata, “oh aku tahu, kamu tipe wanita yang ….”. Hmm, sebaiknya tunda dulu penilaian Anda setelah kencan kedua atau ketiga. Jika penilaian Anda salah, bisa jadi ia tersinggung lho!

7. Si Ribet
Kencan pertama adalah saatnya saling mengenal. Tapi apa jadinya kalau Anda sibuk menelepon dan SMS. Jika memang Anda tak bisa memusatkan perhatian Anda padanya, mungkin saja Anda sebenarnya tak tertarik padanya. Jika memang serius, tinggalkan telepon Anda untuk sebentar saja ketika sedang bersamanya.

8. Si Bussinesman
Baru kenal sudah ngomonginnya bisnis terus. Mulai dari MLM sampai bisnis pulsa elektrik motor semua dijajaki. Kencan yang romantis berubah menjadi ajang bisnis. Tak ada salahnya bersemangat dalam mengembangkan bisnis, tapi pilih waktu yang tepat untuk menceritakan semua itu. Yang jelas, waktunya bukan di kencan pertama. Kenali dia lebih dulu sebelum menawarkan bisnis apa yang cocok untuknya.

9. Si Gugup
Nggak mau menatap teman kencannya, kalau bicara terbata-bata, nggak fokus ketika diajak bicara, ini dia tanda-tanda si gugup. Wanita senang pada pria yang percaya diri. Yakinkan pada diri sendiri kalau semuanya akan baik-baik saja.

10. Si Tukang Keluh
Sedikit-sedikit mengeluh. Pusing lah, pilek, bos marah, semuanya serba susah. Lama-lama, pasangan Anda juga akan bosan jika obrolan selalu diisi dengan keluhan-keluhan melulu.

Nah, Apakah Anda termasuk dalam daftar tipe pria di atas ?

rileks.com

Jurus tarik-ulur dengan Pria

Membina hubungan dengan pria, susah-susah gampang. Terlalu dikekang, dia berontak. Dibiarkan bebas, kadang tak tahu diri. Repot. Tapi tunggu, tak semua pria bersikap seenak perut sendiri, kok. Masih ada juga pria baik yang bisa setia dengan satu perempuan saja.

Kuncinya ternyata tak lepas dari tabiat kita sendiri, lho. Pria akan tahan dan betah berlama-lama dengan satu pasangan jika tahu kiat ampuh membuatnya tak berpaling.

Mau tau kenapa pria ‘rela’ menghabiskan waktu hanya dengan seorang pasangan saja? Intip 10 alasan pria tetap setia terhadap pasangannya:

  1. Cinta mati, soalnya kekasih selain cerdas, baik hati juga berwawasan luas. Mau apa lagi?
  2. Pasangan berpenampilan menarik, pokoknya nggak malu-maluin ‘dibawa’ kemana saja
  3. Kekasih memberi kebebasan sepanjang bertanggung jawab, misalnya boleh menyalurkan hobi ‘berbahaya’ seperti menyelam atau panjat tebing
  4. Biar berpacaran, bukan berarti tak bisa kumpul dengan teman-teman kan? Kekasih yang baik harus mengerti betul hal yang satu ini.
  5. Yakin dia adalah perempuan yang tepat menjadi pendamping hidup, apalagi kedua keluarga sudah merestui
  6. Kekasih tidak materialistis, bisa menerima pria apa adanya. Jadi nggak perlu ‘jaim’ lama-lama.
  7. Takut karma dan dosa jika berselingkuh, soalnya pernah ‘tertangkap tangan’
  8. Dikhianati itu tidak enak. Jadi mending bersikap setia saja.
  9. Selain cantik, si dia juga penuh pengertian dan tak menuntut macam-macam.
  10. Belum ada yang menandingi si dia dalam hal apapun. Lagian satu aja nggak habis-habis, masa mau nambah?

Ternyata tak perlu repot-repot membuatnya lengket pada kita kan?

hanyawanita.com

10 Trik Pria Sembunyikan Status

Para pria yang menikah mengakunya sih single dan available. Ada saja cara untuk menyembunyikan status mereka. Kami ungkap 10 di antaranya.

1. LEPAS CINCIN

“Dulu saya pernah punya kekasih gelap, dan dia tidak pernah curiga soal status saya. Suatu kali ia pernah bertanya dan saya jawab, kamu lihat enggak jari tangan saya, enggak ada cincin kawin kan? Ha-ha-ha..saya enggak bohong lho, saya kan tidak bilang iya atau tidak.” Kemal (32), marketing.

2. TIDAK TANYA STATUS
“Laki-laki yang telah menikah biasanya tidak akan bertanya soal status perempuan yang dia dekati. Pasalnya, kalau dia bertanya kamu sudah menikah atau belum, si perempuan pasti akan balik bertanya. Dari pada senjata makan tuan, mendingan tidak memancing pertanyaan itu.” Rommy (33), analis kredit.

3. “FORBIDDEN HOME”
Laki-laki yang tidak ingin status pernikahannya diketahui tidak akan pernah mau mengajak perempuan lain ke rumahnya. Bagi dia, rumah adalah daerah steril yang tidak boleh Anda datangi.

4. ALIHKAN PEMBICARAAN
“Setiap kali si dia bertanya soal status, saya selalu mengalihkan pembicaraan ke topik lain. Dan untungnya, selama ini selalu ketemu tuh topiknya.” Restu (35), editor.

5. AKSI DIAM
Ia tidak akan pernah terpancing berkomentar apabila pembicaraan Anda menyerempet soal keluarga dan pernikahan. Ini dilakukan agar Anda tidak bertambah semangat bercerita yang ujung-ujungnya “menodong” dia dengan pertanyaan sulit.

6. MENGHINDARI MAL
“Mal dan keramaian adalah tempat yang paling saya hindari. Kalau bertemu istri atau temannya istri, bisa berabe urusannya.” Yudhi (30), medical representative.

7. KENCAN DI AKHIR PEKAN
“Biar mereka tidak curiga, terkadang saya menyempatkan waktu berkencan di akhir pekan. Untung pekerjaan saya di lapangan, jadi kalau saya tidak bisa ketemu dia di akhir pekan, saya bisa berdalih sedang kerja.” Denny (27), promosi.

8. DUA NOMOR TELEPON
“Saya mempunyai dua nomor telepon. Kalau sedang bersama gebetan, saya matikan nomor rumah. Jadi dia tidak pernah memergoki saya sedang berbicara di telepon dengan istri.” Dicky (28), staf akunting.

9. MENOLAK BICARA SOAL KELUARGA
“Saya berpesan pada teman-teman untuk jangan membicarakan atau bertanya soal anak istri saya ketika berada di keramaian. Di rumah status saya memang suami, tapi di luar saya single available.” Zaki (34), customer care.

10. MENJAUHKAN ANDA DARI KELUARGANYA
Ia memang mengenalkan Anda pada teman-temannya, tapi dia tidak pernah mengenalkan adik, kakak, atau saudaranya pada Anda. Baginya, teman lebih bisa diajak kompromi daripada keluarga.

kompas.com

14 Perilaku Buruk Lelaki

Selama ini pria selalu mengganggap sikap kita yang suka mengatur atau membesar-besarkan masalah adalah keburukan kita. Padahal, mereka juga punya banyak kelakuan buruk, lho! Mau dengar apa alasan mereka melakukannya?

1. Malas Tanya Arah
Santi (26), pramugari, sering kesal karena pacarnya, Anto (27), staf HRD, lebih senang berputar-putar mencari alamat daripada berhenti dan bertanya kepada orang. “Kalau Colombus bisa menemukan Amerika, masak aku enggak bisa menemukan alamat rumah tante kamu yang cuma di daerah Cinere,” kata Anto.

2. Memanggil Teman dengan Sebutan Kasar
Pernah dengar pasangan Anda memanggil temannya dengan sebutan “Hai cong! (bencong)” atau “Nyet (monyet), ke mana aja lo?” Nah, ini alasannya. “Panggilan itu adalah panggilan sayang kita buat teman. Enggak enak aja kalau manggil nama langsung,” kata Eko (32), lajang, advertising.

3. Pakai Kaus sampai Sobek
“Soalnya kaus ini peninggalan zaman SMA dulu. Ada kenangannya. Tapi memang kaus ini enak banget dipakai. Bahannya adem. Lumayan buat tidur,” ujar Saiful (26), lajang, desainer web.

4. Malas Bungkus Kado
“Kalau saya membelikan pacar saya hadiah sebuah barang mahal, ya maunya dia tahu. Dari plastik bisa ketahuan. Kalau dibungkus dengan kertas kado jadi enggak kelihatan dong mahalnya he-he-he…” tutur Sakti (31), lajang, konsultan.

5. Quickie
Yang ini disuka lelaki, tapi tidak disuka perempuan. Mengapa para lelaki suka bercinta dengan cepat? “Karena quickie itu more pleasure, less effort, ha-ha-ha… Eh, tapi bukan edi tansil lho (ejakulasi dini tanpa hasil),” celoteh Nicky (30), menikah, progammer.

6. Senang Tayangan Kekerasan
Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa lelaki senang melihat adegan kekerasan di teve. “Seru saja melihat orang saling memukul, mobil meledak, atau buaya memakan zebra. Rasanya adrenalin jadi ikut terpacu,” beber Yosi (27), lajang, karyawan swasta.

7. Lempar Baju Sembarangan
“Masa sih? Mungkin ini sudah jadi mindset di kepala lelaki dari zaman dulu ya. Perempuan selalu rapi, lelaki yang sembarangan. Kalau lelaki yang rapi jadi berkesan kecewek-cewekan. Makanya, lelaki pilih yang serba berantakan dan sembarangan biar berkesan lelaki banget,” jelas Latief (29), menikah, technical support.

8. Ingat Skor Pertandingan, Lupa Ulang Tahun Pacar
“Asyik mengingat skor pertandingan untuk bahan obrolan dengan teman-teman. Kalau ulang tahun pacar sih sebenarnya ingat. Cuma, kadang pas dekat harinya jadi lupa. Tapi enggak bermaksud melupakan, lho!” aku Bobby (30), lajang, marketing.

9. Pilih Nonton Teve daripada Dengar Keluhan Pasangan
“Habis kadang yang dikeluhkan itu-itu saja. Kayak enggak ada bahan pembicaraan lain. Bosan kan mendengarnya? Daripada pusing, mending nonton teve!” ungkap Iksan (33), menikah, PNS.

10. Tidak Suka Bicara Keseharian
Tak seperti kita yang senang menceritakan apa saja yang terjadi di kantor hari ini, lelaki justru sebaliknya. Ia lebih suka tak membicarakannya. “Karena saya ingin melupakan kejadian tak menyenangkan hari ini atau memikirkannya sendiri,” kata Aryo (31), lajang, Akademik dan Pengembangan.

11. Cemburu kepada Mantan Si Pasangan Zaman SMP
“Bagaimana enggak cemburu? Kesal sih tepatnya. Dia masih suka ingat pada first love-nya itu. Mana bisa saya berkompetisi dengan memori? Lebih enak berhadapan langsung dengan orang yang mengganggu dia daripada dengan orang yang sudah jadi masa lalu,” ujar Eko lagi.

12. Senang Utak-atik
Ada barang elektronik rusak? Beritahu pasangan. Beberapa pria akan bertindak bak pahlawan yang ingin menyelamatkan barang kesayangan Anda. Padahal, ia tak pandai membetulkan barang rusak. Malah ada kemungkinan kerusakan akan makin parah. “Karena kami pikir kami bisa he-he-he…. We love the challenge!” kata Andie (28), menikah, public relations.

13. Menyimpan Tools tapi Belum Tentu Dipakai
“Siapa bilang perkakas itu tidak digunakan? Kalau saya sih merasa harus punya karena siapa tahu sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membetulkan mesin mobil atau perabot yang ada di rumah?” kata Andie.

14. Menganggap Tidak Penting Masalah
“Karena, masalah sepele memang enggak penting untuk dibahas berlama-lama. Lelaki itu kan pemikirannya lebih sederhana. Sementara perempuan terlalu melihat ke depan. Makanya, hal-hal yang kecil bisa berpotensi menjadi sesuatu yang besar,” aku Iksan.

sumber: Erma Dwi Kusumastuti - kompas.com

Tahapan Persiapan Pernikahan

6-12 Bulan Sebelum Hari-H

  1. Tetapkan hari dan tanggal pernikahan
  2. Tentukan anggaran dan gaya pernikahan yang diinginkan
  3. Tentukan jumlah tamu yang akan diundang
  4. Pesan tempat untuk resepsi
  5. Buat daftar tamu
  6. Tentukan pengiring wanita, pengiring pria dan pengiring-pengiring lainnya
  7. Temui dan kunjungi desainer, tentukan dan pilih gaun pengantin
  8. Pilih dan pesan catering
  9. Putuskan tujuan honeymoon, lakukan pemesanan tempat dan transportasi

4-5 Bulan Sebelum Hari-H

  1. Selesaikan daftar tamu
  2. Hubungi pastur / pendeta, tentukan waktu dan tempat pemberkatan
  3. Pilih dan pesan kartu undangan
  4. Tentukan tema warna gaun yang akan dikenakan serta bunga-bunga dekorasi
  5. Beritahukan kepada Ibu dan calon mertua agar mereka merencanakan gaun yang akan dikenakan sesuai dengan tema warna yang dipilih
  6. Pilih dan beli/sewa gaun untuk pengiring pengantin wanita
  7. Pilih jas untuk pengantin pria dan pengiringnya
  8. Pilih dan tentukan dekorasi pelaminan / ruang pesta
  9. Pilih dan hubungi photographer, baik untuk studio, liputan dan video
  10. Pilih dan pesan kendaraan pengantin dan panitia
  11. Pilih dan pesan kue pengantin
  12. Booking MC dan music pengiring
  13. Pesan cincin kawin

2-3 Bulan Sebelum Hari-H

  1. Ambil formulir pendaftaran pernikahan, dan siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan
  2. Lakukan pengecekan kesehatan pra-nikah
  3. Konfirmasikan honeymoon (buat paspor bila perlu)
  4. Hubungi desainer untuk waktu mengepas gaun

6-8 Minggu Sebelum Hari-H

  1. Tulis dan atur pengiriman undangan
  2. Selesaikan menu makanan dengan pihak catering
  3. Pesan minuman anggur untuk resepsi jika dikehendaki
  4. Siapkan bingkisan untuk para pengiring
  5. Kunjungi penata rambut, putuskan model yang diinginkan. Booking untuk hari pernikahan.
  6. Lakukan test make-up
  7. Tentukan musik pengiring pernikahan, konsultasikan dengan MC dan pemain musik

4-5 Minggu Sebelum Hari-H

  1. Kirim kartu undangan
  2. Ambil pesanan cincin kawin, pastikan grafir inisialnya benar
  3. Pesan traveller cheque/mata uang asing untuk honeymoon

2-3 Minggu Sebelum Hari-H

  1. Susun jadwal acara pernikahan, gandakan dan berikan masing-masing: keluarga pengantin, para pengiring, panitia, supir, petugas photo dan video
  2. Konfirmasikan jumlah undangan dan hal-hal lain yang diinginkan kepada pengurus gedung dan catering
  3. Konfirmasikan semua pesanan dan detail untuk bunga, sewa kendaraan, photographer, dekorasi, kue, mobil, pemain musik dan lainnya.
  4. Mencoba gaun pengantin lengkap dengan aksesorisnya.
  5. Periksa ukuran, kenyamanan dan lainnya, bila ada yang harus disempurnakan. Biasakan menggunakan sepatu yang akan digunakan di hari pernikahan agar terasa lebih nyaman
  6. Siapkan barang-barang yang akan dibawa ke rumah baru
  7. Lakukan facial dan lulur ke ahlinya.

1 Minggu Sebelum Hari-H

  1. Bersantailah, yakinkan semuanya akan beres
  2. Berkemas untuk honeymoon, lengkapi dan beli kebutuhan-kebutuhan yang muncul belakangan
  3. Konfirmasikan sekali lagi semua pesanan yang telah dilakukan, sekedar untuk mengingatkan

Sumber: Milis Penikahan

7 Dusta Putih Khas Lelaki

Tak bisa disangkal, setiap orang pasti pernah berbohong. Kebohongan-kebohongan yang kita lakukan tak selamanya bermaksud negatif. Berikut beberapa contoh kebohongan yang kerap dilontarkan oleh kaum pria dan maksud di balik itu..

1. “Tidak, Kamu tidak gemuk kok,”
Kalimat ini mungkin familiar, karena mungkin Anda pun sering menanyakannya. Sekalipun tahu faktanya, Anda hanya ingin pengakuan dari dirinya. Laki-laki juga tahu hal itu. Sekedar informasi, mereka sebenarnya tersiksa dengan pertanyaan: “Apakah aku tampak gemuk?” karena mungkin bisa jadi jawabannya tidak sesuai dengan harapan Anda. Karena itu untuk menghindari bantingan pintu atau wajah cemberut Anda, mereka tentu saja memilih jawaban yang ingin Anda dengar diikuti pujian lain seperti :”Kamu cantik…” dll.

2. “Kita bicarakan nanti yaa…”
Kalimat ini sebenarnya untuk menyelamatkan mereka dari pertengkaran kecil yang Anda mulai, karena menuntut penjelasan darinya. Menurut pengakuan beberapa laki-laki, mereka sebenarnya tidak pernah berniat untuk membahas masalah tersebut karena menurut mereka percuma apalagi jika hal tersebut memang salahnya.

3. “Aku menyukai masakanmu!”
Jika Anda tidak bisa memasak, memasak makanan berat adalah beban bagi Anda. Jika pasangan diminta menilai, maka ia akan memilih untuk tidak mengatakannya karena menurut mereka masakan enak atau tidak, tidak penting karena Anda sudah mau memasak untuknya. Indah bukan !

4. “Aku tidak pernah melirik perempuan lain”
Entah Anda percaya atau tidak, tetapi fakta mengatakan tidak ada laki-laki normal yang tidak pernah melirik perempuan lain. Pasangan tahu bahwa Anda tidak suka jika mereka melirik atau memikirkan perempuan lain. Karena itu mereka tidak akan pernah mengatakan kalau mereka melirik rekan perempuan yang seksi di kantor atau memimpikan memiliki pacar seperti Jenifer Lopez karena itu menyakiti Anda.

5. “Aku juga suka film drama komedi”
Laki-laki yang menyukai film drama komedi seperti film Meg Ryan, itu sangat jarang. Dan mungkin pasangan Anda bukan salah satunya. Namun mereka tidak akan pernah mengatakan betapa tidak realistis, konyol dan membosankan film itu. Mereka tidak akan menolak saat Anda mengajaknya ke bioskop jika mereka tahu Anda sangat menyukainya. Daripada mereka repot-repot menjelaskan pada Anda, mereka akan langsung berinisiatif untuk membeli pop corn dan minuman untuk menyibukkan diri mereka sendiri.

6. “Saya suka menghabiskan waktu dengan keluargamu”
Ini memang tidak terjadi pada setiap pasangan, namun jika Anda tahu bahwa keluarga Anda terlebih orang tua banyak menuntut dari pasangan, Anda juga akan merasa risih. Alasan pasangan tetap bertahan adalah karena dia tahu keluarga Anda penting. Dan kunci untuk memenangkan hati perempuan adalah melalui keluarganya, walaupun keluarga Anda menutut banyak dan sangat cerewet padanya.

7. “Saya minta maaf “
Kata-kata ini memang cukup ampuh untuk membuat Anda kembali tersenyum, Namun hati-hati jika ia sering mengucapkan hal ini, karena bisa jadi alasan ini adalah caranya menghindari perdebatan panjang lebar setelah melakukan kesalahan. Mungkin maksudnya memang adalah ia menyesal dan berjanji tidak akan melakukannya lagi, namun makna lainnya adalah, ia ingin Anda tidak membahasnya lama-lama. Cerdik kan!

Jika pasangan Anda ternyata pernah mengatakan beberapa kalimat di atas, jangan langsung menuduhnya berbohong, namun pahamilah di balik kebohongannya. Paling tidak, dia mau berkorban membohongi hati nurani demi kebahagian Anda. Nikmati saja kebohongan – kebohongan manis itu.

sumber: astaga.com

6 Gaya Perang Dengan Pasangan

Para psikolog memandang setiap hubungan percintaan membutuhkan bumbu-bumbu pertengkaran. Sekarang tinggal dilihat apakah pertengkaran itu sehat atau tidak. Berikut enam jenis pertengkaran yang perlu Anda ketahui dan bagaimana memenangkannya.

1. COLD WAR
Ketika Anda atau dia memutuskan mendiamkan pasangan alias ngambek saat bertengkar, itulah perang dingin. Ini terjadi karena Si Ngambek merasa kecewa dan tidak tahu bagaimana mengatasi masalah.
Menghadapi tukang ngambek adalah dengan memberinya waktu untuk menenangkan diri. Bertindak agresif hanya akan membuatnya bereaksi serupa. Ketika tukang ngambek ingin bicara, jangan menganggapnya terlambat. Ini akan membuatnya kembali ngambek. Sebuah hubungan tidak harus selalu 50-50 (baca: fifty fifty). Terkadang salah satu harus “menginvestasikan” lebih banyak kesabaran.

2. FIRE STARTER
Bagi sejumlah pasangan berdebat adalah bentuk pembangkit gairah. Namun, sebaiknya jangan membawa perdebatan ke tempat tidur. Sekali dua kali dalam setahun masih bisa diterima. Jika ini terjadi setiap kali Anda dan pasangan ingin bercinta, Anda harus mulai memisahkan antara berdebat dan seks.

Menurut psikolog Anne Dickon, penulis buku Difficult Conversation, jika Anda membutuhkan pemicu gairah dalam kehidupan seksual, cobalah menemukannya di hal lain. Asal jangan menjadi debat sebagai pemicu gairah.

3. FRIENDLY DISPUTE
Persahabatan juga potensial mengalami pertengkaran. Malah kadang lebih seru dan berbahaya kalau dibiarkan terus. Jika Anda tak bisa jujur pada teman, artinya Anda tak pernah menganggapnya teman baik. Memang kadang sulit mengatasi masalah jika Anda merasa selalu dikecewakan dan dimanfaatkan teman.

Namun, ini tak bisa dibiarkan terus terjadi. Anda bisa kok, mengatakan apa yang ada di dalam benak Anda, asal dengan tenang. Sahabat baik, takkan marah terlalu lama. Seperti juga pernikahan dan pacaran, bukankah persahabatan harus terbuka dan jujur?

4. FAMILY FEUD
Adalah pertengkaran paling bahaya dari semua jenis pertengkaran. Karena merasa bisa mengatakan apa saja pada keluarga, kadang kita lupa bagaimana menjaga perasaan mereka. Kita lebih mementingkan menjaga perasaan orang lain ketimbang keluarga sendiri. Inilah yang sering memicu konflik di dalam keluarga.

Meski masih dalam satu keluarga, kita tak berhak menyakiti anggota keluarga kita lebih dari orang lain. Jika ingin membicarakan masalah yang telah terjadi cukup lama, carilah waktu dan tempat untuk menyelesaikannya. Bicara baik-baik, jika perlu menenangkan diri, that’s fine. Tapi masalah tetap harus diselesaikan.

5. BIG BLOW UP
Adalah cara bertengkar paling sehat. Mengeluarkan semua yang ada di dada, menjernihkan semua masalah dan melupakannya. Untuk itu, Anda harus belajar untuk menyelesaikan masalah sebelum hati menjadi panas. Pasalnya, agak sulit untuk membicarakan sebuah masalah jika Anda sedang marah besar.

6. FINAL CONFLICT
Jika setiap kali bertengkar Anda mengancam putus atau pergi dari rumah (untuk suami-istri), itulah final conflict. Sebenarnya ini adalah cara Anda untuk menarik perhatian atau menggarisbawahi betapa seriusnya masalah yang Anda dan pasangan hadapi.

Ini termasuk cara tidak sehat. Ancaman putus atau pergi dari rumah hanya akan menghancurkan kepercayaan pasangan. Pergi selama satu jam mungkin efektif bagi Anda untuk menenangkan diri, tapi jangan lupa untuk mengatakan bahwa masalah akan dibahas lagi nanti, dan katakan Anda pergi ke mana.

sumber: kompas.com